MFEP (Multi Factor Evaluation Process) adalah salah satu metode Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang paling sering dipakai karena cara hitungnya tergolong sederhana: cukup kalikan bobot kriteria dengan nilai tiap alternatif, lalu jumlahkan. Meski begitu, banyak yang masih bingung urutan langkahnya, terutama di bagian normalisasi bobot dan menyusun tabel evaluasi tertimbang. Artikel ini akan membahas tuntas cara menghitung manual metode MFEP langkah demi langkah, lengkap dengan rumus dan breakdown angkanya, memakai contoh kasus sehari-hari yang mudah diikuti: memilih kos terbaik.
Daftar isi
Apa itu Metode MFEP
Multi Factor Evaluation Process (MFEP) adalah salah satu metode dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang digunakan untuk memilih alternatif terbaik dari beberapa pilihan berdasarkan banyak kriteria sekaligus. Intinya, setiap kriteria diberi bobot kepentingan, lalu setiap pilihan (alternatif) dinilai per kriteria, dan hasil akhirnya dihitung dengan mengalikan bobot dengan nilai lalu menjumlahkannya.
Metode ini banyak dipakai dalam penelitian sistem pendukung keputusan, misalnya untuk memilih karyawan berprestasi maupun menentukan siswa yang layak diterima di suatu jurusan.
Langkah-Langkah Metode MFEP
Secara umum, ada empat langkah utama dalam menghitung MFEP:
- Menentukan kriteria dan bobotnya, dengan syarat total seluruh bobot harus sama dengan 1 (atau 100%).
- Memberi nilai (rating) pada setiap alternatif untuk masing-masing kriteria.
- Menghitung evaluasi tertimbang (weighted evaluation), yaitu bobot dikalikan nilai, lalu dijumlahkan untuk tiap alternatif.
- Melakukan perankingan, alternatif dengan nilai akhir tertinggi menjadi pilihan terbaik.
Supaya lebih mudah dipahami, langsung saja kita praktikkan lewat studi kasus sehari-hari berikut.
Studi Kasus: Memilih Kos Terbaik
Bayangkan seorang mahasiswa baru sedang mencari kos di dekat kampus. Ada 5 pilihan kos yang sudah disurvei: Kos Melati, Kos Anggrek, Kos Mawar, Kos Kenanga, dan Kos Dahlia. Supaya keputusannya nggak asal comot, mahasiswa ini memakai metode MFEP dengan 4 kriteria penilaian.
Menentukan Kriteria dan Bobot
Empat kriteria yang dianggap penting beserta bobot kepentingannya (dalam skala 1-10, makin besar makin penting):
| Kode | Kriteria | Bobot |
|---|---|---|
| C01 | Keterjangkauan harga sewa | 4 |
| C02 | Jarak ke kampus | 1 |
| C03 | Kelengkapan fasilitas | 3 |
| C04 | Keamanan lingkungan | 2 |
| Total | 10 |
Terlihat bahwa harga sewa jadi pertimbangan paling penting (bobot 4), disusul fasilitas (3), keamanan (2), lalu jarak ke kampus dianggap kurang krusial (1) karena masih bisa naik ojek online.
Menormalisasi Bobot
Karena syarat MFEP adalah total bobot harus sama dengan 1, bobot di atas perlu dinormalisasi dengan cara membagi tiap bobot dengan totalnya (10):
Misalnya untuk C01: 4 ÷ 10 = 0,4. Begitu juga C02: 1 ÷ 10 = 0,1; C03: 3 ÷ 10 = 0,3; dan C04: 2 ÷ 10 = 0,2. Hasilnya:
| Kriteria | C01 | C02 | C03 | C04 | Total |
|---|---|---|---|---|---|
| Bobot Normalisasi | 0,4 | 0,1 | 0,3 | 0,2 | 1 |
Memberi Nilai Setiap Alternatif
Selanjutnya, setiap kos dinilai untuk tiap kriteria memakai skala 1-5 (1 = sangat kurang, 5 = sangat baik):
| No | Nama Kos | C01 | C02 | C03 | C04 |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kos Melati | 4 | 5 | 3 | 2 |
| 2 | Kos Anggrek | 3 | 4 | 4 | 5 |
| 3 | Kos Mawar | 4 | 3 | 5 | 3 |
| 4 | Kos Kenanga | 2 | 4 | 2 | 3 |
| 5 | Kos Dahlia | 1 | 2 | 1 | 4 |
Menghitung Evaluasi Tertimbang
Inti dari MFEP ada di langkah ini. Rumusnya:
Ambil contoh Kos Melati: nilai C01-nya adalah 4, dikalikan bobot normalisasi C01 (0,4), hasilnya 4 × 0,4 = 1,6. Begitu juga C02: 5 × 0,1 = 0,5; C03: 3 × 0,3 = 0,9; dan C04: 2 × 0,2 = 0,4. Semua hasil ini lalu dijumlahkan: 1,6 + 0,5 + 0,9 + 0,4 = 3,4. Angka 3,4 inilah nilai akhir Kos Melati.
Perhitungan yang sama dilakukan untuk seluruh kos, hasilnya sebagai berikut:
| No | Nama Kos | C01 | C02 | C03 | C04 | Total |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Kos Melati | 1,6 | 0,5 | 0,9 | 0,4 | 3,4 |
| 2 | Kos Anggrek | 1,2 | 0,4 | 1,2 | 1,0 | 3,8 |
| 3 | Kos Mawar | 1,6 | 0,3 | 1,5 | 0,6 | 4,0 |
| 4 | Kos Kenanga | 0,8 | 0,4 | 0,6 | 0,6 | 2,4 |
| 5 | Kos Dahlia | 0,4 | 0,2 | 0,3 | 0,8 | 1,7 |
Hasil Perankingan
Langkah terakhir tinggal mengurutkan nilai akhir dari yang tertinggi ke terendah:
| No | Nama Kos | Nilai Akhir | Ranking |
|---|---|---|---|
| 1 | Kos Mawar | 4,0 | 1 |
| 2 | Kos Anggrek | 3,8 | 2 |
| 3 | Kos Melati | 3,4 | 3 |
| 4 | Kos Kenanga | 2,4 | 4 |
| 5 | Kos Dahlia | 1,7 | 5 |
Kelebihan dan Kekurangan MFEP
Metode ini punya beberapa kelebihan yang bikin banyak orang memakainya untuk kasus sehari-hari maupun penelitian:
- Konsepnya sederhana dan mudah dipahami tanpa perlu perhitungan matematis yang rumit.
- Bobot kriteria bisa ditentukan secara subjektif sesuai prioritas masing-masing orang.
- Prosesnya cepat dan efisien, cocok untuk keputusan dengan banyak alternatif dan kriteria.
Di sisi lain, karena nilai bobot dan rating bersifat subjektif, hasil akhirnya sangat bergantung pada penilaian pengambil keputusan itu sendiri. Kalau bobot atau nilainya ditentukan asal-asalan, hasil rankingnya juga bisa kurang akurat. Jadi tetap penting untuk memberi nilai sejujur dan seobjektif mungkin berdasarkan data atau observasi nyata.
Referensi
- Niska, D. Y. dan Musdalifa, E. (2020). Implementasi Metode Multifactor Evaluation Process (MFEP) dalam Pemilihan Karyawan Berprestasi pada PT. Maju Express Indonesia. Jurnal Teknik Informatika UNIKA Santo Thomas, Vol. 5 No. 2.
- Indarti, M. T., Madora, H., dan Wahyuningrum, I. Penerapan Metode Multi Factor Evaluation Process (MFEP) Menggunakan Sistem E-Disiplin Penentuan Karyawan Terbaik pada Dinas Sosial di Kota Palembang. Politeknik Negeri Sriwijaya.
- Lukman, L. J., Cahyono, A. S., dan Muchayan, A. (2020). Implementasi Multi Factor Evaluation Process (MFEP) Pemilihan Kompetensi Keahlian Calon Siswa SMK Ketintang Surabaya. Journal of Advances in Information and Industrial Technology, Vol. 2 No. 1.

Posting Komentar